Maybrat, Wabumpapua.Com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Kabupaten Maybrat menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan bersama masyarakat dari Enam kampung di Distrik Mare Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri Kepala Distrik Mare Selatan Yulianus Yumte, SH, Kapolsek Ayamaru Utara Ipda Kuswanto, SH, Bendahara DPC BMP Maybrat Marthen Luther Kambu, jajaran anggota DPC BMP RI Kabupaten Maybrat, para kepala kampung, serta masyarakat dari Enam kampung di Distrik Mare Selatan.
Turut hadir Kepala Kampung Sire Sepnat Semunya, Kepala Kampung Sidi Lewi Yumte, Kepala Kampung Sabes Agustinus Bless, Kepala Kampung Sire Timur Salmon Korain, Kepala Kampung Renis Michael Baho, dan Kepala Kampung Fase Salmon Fawan.

Ketua DPC BMP RI Kabupaten Maybrat, Yonathan Howay, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah distrik, para kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah hadir.
Yonathan menegaskan bahwa kehadiran BMP RI di tengah masyarakat bukan untuk membawa kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan untuk memberikan semangat dan memperkuat persatuan serta kesatuan masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, meskipun DPC BMP RI Kabupaten Maybrat baru berjalan sekitar lima bulan, organisasi tersebut akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat, TNI, Polri, serta seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat di kampung-kampung.
“Kita bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian dan persatuan. Kita juga harus memberikan perhatian kepada generasi muda sebagai penerus pembangunan Kabupaten Maybrat,” ujar Yonathan.
Ia menambahkan, pembangunan dan kegiatan sosial di daerah perlu dilakukan secara bersama-sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Distrik Mare Selatan, Yulianus Yumte, SH, menyampaikan apresiasi atas kehadiran DPC BMP RI Kabupaten Maybrat dan Kapolsek Ayamaru Utara bersama jajaran dalam kegiatan tersebut.
Yulianus mengatakan, masyarakat Distrik Mare Selatan menerima kehadiran BMP RI dengan baik dan terbuka. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, serta unsur lainnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ia menegaskan bahwa seluruh masyarakat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga hubungan yang baik serta mendukung berbagai kegiatan pemerintahan dan pembangunan di daerah.
“Seluruh masyarakat merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai pekerjaan, pelayanan pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan karena adanya negara. Karena itu, kita semua perlu saling mendukung dan menjaga hubungan yang baik,” kata Yulianus.
Selanjutnya, Kapolsek Ayamaru Utara, Ipda Kuswanto, SH, menyampaikan materi sosialisasi wawasan kebangsaan kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kuswanto menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, budaya, adat istiadat hingga kondisi geografis. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dijaga melalui nilai-nilai persatuan.
“Pancasila menjadi salah satu dasar utama yang menyatukan kita di tengah keberagaman bangsa Indonesia,” jelasnya.

Kuswanto juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan Indonesia, kata dia, harus diwujudkan dengan menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah karena perbedaan.
Selain itu, nilai kerakyatan mengajarkan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah, sedangkan keadilan sosial mengajarkan pentingnya saling menghormati, membantu dan memberikan kesempatan yang adil kepada sesama.
Ia menekankan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya untuk dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Mari kita menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menjaga keamanan dan kedamaian, menghargai adat dan budaya, serta membangun daerah bersama-sama. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab, masyarakat berharap kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Kabupaten Maybrat.
Sejumlah masukan juga disampaikan, antara lain pentingnya penguatan pembinaan generasi muda, pencegahan konsumsi minuman beralkohol, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, serta pelestarian seni dan budaya lokal melalui pembentukan sanggar masyarakat.
DPC BMP RI Kabupaten Maybrat berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya persatuan, keamanan, toleransi, serta kepedulian terhadap pembangunan dan masa depan generasi muda di mare selatan;ujarnya (Ones).




komentar terbaru