Papua, Wabumpapua.Com — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melaporkan keberhasilan mengamankan 22 orang yang diidentifikasi sebagai tokoh, pimpinan, dan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam pelaksanaan operasi Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua.

Operasi tersebut dilaksanakan oleh Kogabwilhan III di bawah kepemimpinan Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, dengan melibatkan satuan tugas (Satgas) TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam operasi tersebut, aparat gabungan juga mengamankan barang bukti berupa 79 pucuk senjata api dan senapan angin serta 394 butir amunisi.
Keberhasilan operasi ini menjadi bagian dari upaya aparat keamanan dalam menangani aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah nama yang disebut sebagai tokoh dan anggota kelompok OPM diamankan dari beberapa wilayah operasi, dengan struktur kelompok dan jabatan yang berbeda-beda.

Di wilayah Kodap IV Sorong Raya, terdapat tujuh nama yang disebut dalam laporan, yakni Yasias Mate yang disebut menjabat Danlog, Manuel Yohanes Aimau dan Alfon Sorry sebagai Wadan Ops, Arso Aisnak sebagai Danops Buaya, Manfred Fateem sebagai Danops, Anton Fatem sebagai Danyon Ayosami, serta Yesias Fatem sebagai Danyon Mosata.

Sementara itu, dari wilayah Kodap III/Ndugama, terdapat lima nama, yaitu Lau Gwijangge yang disebut sebagai Danwil Mugi, Ket Gwijangge sebagai Danops Yon Mugi, Peltu Usmabul sebagai Wadanops Mugi, serta Lut Wumangge alias Medak-Medak yang disebut sebagai penasihat.
Di wilayah Kodap XVI Yahukimo, nama Bilip Kobak disebut sebagai Danops Kimpussa. Adapun dari Kodap XVIII/Ilaga, terdapat Jeki Murib yang disebut sebagai Danops Kepala Air.

Selanjutnya, dari Kodap XIII/Kegepa Nilounda, nama Oktonil Degei disebut sebagai Dan Ops Pos Awii Yugiyo.

Dari Kodap XXXV Bintang Timur, terdapat Abdon Kisamlu atau Kisamdu yang disebut sebagai Wadanyon Lim Kelener.

Sementara itu, di wilayah Kodam III Dula, dua nama yang disebut dalam laporan adalah Dinus Tigau, yang disebut sebagai staf operasi, dan Hurbianus Mirip, yang disebut sebagai kepala keuangan.

Adapun dari wilayah Domberai, nama Colonel Jacob disebut sebagai Komandan AL WST Papua.
Barang Bukti Senjata dan Amunisi
Selain mengamankan sejumlah orang yang diidentifikasi sebagai tokoh dan anggota OPM, aparat gabungan juga menyita 79 pucuk senjata api dan senapan angin serta 394 butir amunisi.

Barang bukti tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan lebih lanjut oleh aparat keamanan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, rincian mengenai jenis dan asal senjata, lokasi penangkapan masing-masing orang, serta status hukum para pihak yang diamankan masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi dari pihak berwenang.

Penanganan Keamanan di Papua
Pelaksanaan operasi Triwulan III Tahun Anggaran 2026 menunjukkan berlanjutnya upaya aparat keamanan dalam menangani kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua.

Di sisi lain, penyampaian informasi mengenai operasi keamanan perlu dilakukan secara akurat, transparan, dan berdasarkan keterangan resmi agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai proses penanganan serta perkembangan situasi keamanan(Ones) .