Sorong, Wabumpapua.com — Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah Papua Barat Daya mengecam keras tindakan pembakaran mahkota Cenderawasih yang dilakukan oleh oknum Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua.

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan serius terhadap simbol adat dan martabat orang Papua, karena mahkota Cenderawasih bukan sekadar hiasan, melainkan lambang kehormatan dan identitas budaya masyarakat Papua.

Ketua Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Yoseph M. Baru, menyampaikan bahwa peristiwa itu telah melukai perasaan seluruh masyarakat Papua dan mencederai nilai-nilai kebinekaan yang dijunjung tinggi di Indonesia.

“Kami menilai tindakan pembakaran mahkota Cenderawasih adalah pelecehan terhadap simbol adat orang Papua. Karena itu, kami mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar segera memberhentikan secara tidak hormat pelaku pembakaran tersebut,” tegas Yoseph.

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Epo Ohoilulin, menambahkan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap kasus ini agar tidak menimbulkan konflik sosial dan kekecewaan mendalam di tengah masyarakat Papua.

“Peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Tindakan itu telah melecehkan harga diri dan martabat orang Papua, karena mahkota Cenderawasih adalah simbol sakral dalam kebudayaan kami,” ujar Epo.

Pemuda Katolik Papua Barat Daya juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, namun bersatu menyuarakan keadilan dan penghormatan terhadap simbol-simbol adat Papua.

“Kami berharap pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini dengan adil dan terbuka, demi menjaga keutuhan dan kehormatan masyarakat Papua,” tutup Yoseph M. Baru.